Kamis, 07 April 2011

Pesona Wisata Kabupaten Grobogan


Grobogan merupakan salah satu daerah Kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas wilayah 2.575,86 Km2 dengan penduduk sebanyak 3.359.191 jiwa pada tahun 2007. Secara topografis, mempunyai lembah yang diapit oleh dua pegunungan kapur yaitu pegunungan kendeng dan pegunungan kapur utara. Dua pegunungan tersebut merupakan daerah hutan dengan tanaman utama jati dan mahoni, serta beberapa areal dipergunakan untuk perkebunan minyak kayu putih.
Secara administratif kabupaten Grobogan terdiri dari 19 Kecamatan dan terbagi lagi menjadi 280 Desa/Kelurahan. Disebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Demak, Kudus, dan Pati, disebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Blora, disebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Sragen, dan Boyolali, sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Demak.
Kabupaten Grobogan termasuk salah satu penyangga beras nasional. Dimana itu ditunjang dengan pengairan yang baik dari Bendungan Kedung Ombo, Bendungan Klambu, Bendungan Sedadi dll. Untuk industri Kabupaten Grobogan adalah tempat yang sangat strategis karena dilihat dari letak geografisnya dan akses yang cepat dengan dearah disekitarnya seperti Semarang, Boyolali, Solo, Pati, Kudus, Blora, dan demak. Ditunjang pula dengan tenaga kerja yang baik dan banyak, mereka berdedikasi serta mempunyai loyalitas yang tinggi. Kabupaten Grobogan mempunyai komoditas unggulan yaitu padi, melon merah, jagung, batu kapur, genteng pres, industri mebel, komoditas andalan yaitu kapas, kedelai, sale pisang, bibit sapi potong, sarang burung wallet, paha katak hijau, komoditas potensial yaitu kerajinan logam dan tempe kripik sedangkan objek wisata yaitu bledug kuwu, api abadi mrapen, makam ki ageng selo, kedung ombo, air terjun widuri.
Objek wisata
1.      Bledug Kuwu



Bledug Kuwu terletak di desa Kuwu kecamatan Kradenan 28 Km, kearah timur dari kota Purwodadi Grobogan. Objek wisata Bledug Kuwu merupakan pesona keindahan alam. Keanehan yang ada diobjek wisata ini adalah adanya letupan-letupan lumpur yang airnya mengandung garam dan itu berlangsung terus menerus sehingga menimbulkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan, padahal tempat itu letaknya cukup jauh dari laut.
Menurut carita rakyat keanehan itu disebabkan adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut selatan. Lubang itu sendiri terjadi dari perjalanan pulang Joko Linglung dari laut selatan menuju Kerajaan Medan Kamolang setelah melaksanakan tugasnya untuk menengani Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih dilaut selatan. Hal itu dilakukan Joko Linglung yang berwujud ular nagasebagai syarat agar Joko Linglung diakui sebagai anak Aji Saka. Ada anggapan bahwa bledug kuwu dijadikan tempat untuk bersumpah maka sumpah itu akan sangat luar biasa hasinya. Misalnya jika ada dua orang berseteru tentang suatu hal yang mereka masing-masing mengakui kebenarannya sendiri-sendiri dapat terselesaikan dengan sumpah bledug ditempat itu.
Ada kandungan garam ditempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dengan cara airnya dikeringkan di glagah (bambu yang dibelah menjadi dua) ada juga yang membawa lumpur bledug untuk dibawa pulang lumpur itu buat lulur dikulit agar kulit terhindar dari penyakit kulit dan kulit tampak lebih cemerlang. Jadi Bledug Kuwu adalah tempat wisata di Kabupaten Grobogan yang sangat menarik untuk dikunjungi.

1.      Api Abadi Mrapen

Objek wisata ini terletak tidak jauh dari jalan raya Semarang-Purwodadi, berjarak kurang lebih 26 Km dari kota Purwodadi. Tepatnya di desa Manggarmas, Kecamatan Godong. Dikomplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat dinikmati yaitu Api Abadi ini merupakan pesona yang timbul dari keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari tempat ini pula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olahraga Nasional (GANEPO 1), PON maupun untuk upacara waisak. Sendang Dodo merupakan sendang yang terletak didekat Api Abadi, dimana airnya senantiasa kelihatan mendidih tetapi tidak panas. Letupan air itu akan menyala bila terkena api. Disamping keanehan alam diatas dikomples ini juga tersimpan sebuah batu umpak atau batu bobot yang dianggap keramat oleh para peziarah dengan maksud-maksud tertentu.
2.      Air Terjun Widuri

Lokasi air terjun widuri teerletak di desa Kemadon Batur, kecamatan Tawangharjo kurang lebih 19 Km sebelah timur laut kota Purwodadi. Disekitar tempat ini terdapat satu air terjun yang memiliki tebing kurang lebih 40 meter dengan deburan air yang jernih, hijaunya pemandangan sekitar dan sejuknya udara menjadikan kawasan air teerjun widuri terlihat mempesona dan sangat indah.
Sementara itu, disekelilingnya tumbuh pepohonan hijau sebagai tempat ini juga menjadi bumi perkemahan yang sangat luas, sehingga menambah daya tarik pengunjung. Khususnya bagi para remaja yang memiliki jiwa petualang dan pecinta alam air terjun.
3.      Makam Ki Ageng Selo
Makam Ki Ageng Selo terletak di desa Selo, Kecamatan Tawangharjo 10 Km sebelah timur kota Purwodadi. Sebagai objek wisata spiritual, makam Ki Ageng Selo ini sangat ramai dikunjungi oleh para pesiarah pada malam jum’at, dengan tujuan mencari berkah agar permohonannya dikabulkan oleh Tuhan YME. Ki Ageng Selo sendiri menurut cerita yang berkembang dimasyarakat sekitar khususnya atau masyarakat jawa umunya, diakui memiliki kesaktian yang sangat luar biasa sampai-sampai kesaktiannya ia dapat menangakap petir.
Ki Ageng Selo dipercayai oleh masyarakat jawa sebagai cikal bakal yang menurunkan raja-raja ditanah jawa. Bahkan pemujaan kepada makam Ki Ageng Selo sampai sekarang masih ditradisikan oleh raja-raja Surakarta dan Yogyakarta. Sebelum grebeg mulud, utusan dari Surakarta datang ke makam Ki Ageng Selo untuk mengambil Api Abadi yang selalu menyala didalam makam tersebut. Begitu pula tradisi yang dilakukan oleh raja-raja Yogyakarta. Api dari Selo yang dianggap sebagai Api keramat.
4.Cindelaras
Cindelaras terletak di desa Ngrai kecamatan Toroh 11 Km di sebelah selatan kota Purwodadi. Objek wisata ini adalah objek campuran antara alam dan buatan. Selain itu ada juga fasilitas untuk camping ground. Disini kita dapat menikmati pemandangan yang indah dan disana ada juga tempat untuk bersemedi mencari wangsit yang sudah tersedia dipuncak bukit dan terdapat waduk yang memiliki banyak ikan.
5.      Makam Ki Ageng Tarup
Makam Ki Ageng Tarup terletak 10 Km sebelah timur kota Purwodadi, sebagai objek wisata spiritual, makam Ki Ageng Tarup ini sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah dengan tujuan untuk mencapai berkah agar permohonannya dikabulkan Tuhan YME. Ki Ageng Tarup sendiri menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar atau masyarakat Jawa. Diakui pernah memiliki istri seorang bidadari yang keturunannya menjadi orang besar dijawa salah satu keturunannya adalah Ki Ageng Selo.
6.      Masjid K.H Burham
Masjid ini terletak di Jenggolo Purwodadi, didirikan tahun 1754 oleh K.H. Konawi. Pada masa itu kota kabupatennya masih di Grobogan yang pimpin Adipati Martopuro atau Adipati Purger. Sedangkan Purwodadi masa itu sebagian besar masih berupa rawa-rawa oleh K.H Konawi didirikannya sebuah mushola panggung. K.H Konawi sendiri meninggal semasa pulang dari ibadah haji dan dikuburkan di pulau Srilanka, sementara putranya K.H Burham meneruskan ayahnya bersyiar agama islam di Purwodadi oleh masyarakat itu diberi nama K.H Burham. Kemudian oleh H. Wodjo Karyoso mushola itu dibongkar menjadi lebih besar pada tanggal 28 oktober 1991. Kemudian 1992 menjadi masjid K.H Burham dan pada serambi depan diperluas lagi untuk menampung jamaah yang semakin banyak, bagian yang tetap dipertahankan dari bangunan itu adalah empat soko guru, lantai gelandag dan ukiran serambi depan serta pintu ukirannya sekarang ditempatkan di dalam sedang pintu ukirnya diletakkan di dapan imam, bedug yang terdapat di masjid K.H Burham merupakan bedug yang terbesar di kabupaten Grobogan yang terbuat dari kayu tanpa sambungan 

7.      Wadug Kedung Ombo

Waduk Kedung Ombo merupakan bendungan raksasa seluas 6.576 hektar yang areanya mencakup sebagian wilayah di tiga Kabupaten, yaitu; Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Waduk yang membendung lima sungai itu terdiri dari wilayah perairan seluas 2.830 hektar dan 3.746 hektar lahan yang tidak tergenang air.
Lokasi obyek wisata Waduk Kedung Ombo yang menjadi andalan Sragen terletak di Kecamatan Sumberlawang, sekitar 30 km dari pusat kota. Selain disuguhi pemandangan nan indah, para pengunjung Waduk Kedung Ombo bisa menikmati wisata air, menumpang perahu motor bertualang mengunjungi pulau-pulau yang bermunculan di tengah waduk. Anda penyuka ikan bakar atau hobi mengail ikan? Jangan khawatir, di Waduk Kedung Ombo juga tersedia tempat pemancingan sekaligus warung yang menjajakan aneka makanan olahan berbahan ikan. Begitu turun dari kendaraan di area parkir, aroma wangi ikan yang dibakar atau digoreng langsung menyergap, mengundang selera makan.
Pemandangan Waduk
Di kawasan Waduk Kedung Ombo, tepatnya di desa Ngargotirto, telah dibangun arena pacuan kuda dengan lintasan sepanjang 600 meter. Arena pacuan kuda yang diberi nama Nyi Ageng Serang itu merupakan miniatur dari lapangan pacuan kuda Pulo Mas Jakarta. Pada bulan Desember 2006 silam di lokasi tersebut dilangsungkan kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional memperebutkan piala Gubernur Jawa Tengah.
Potensi pengembangan obyek wisata adalah memperbanyak homestay yang menyatu dengan rumah penduduk, sehingga para wisatawan dapat tinggal lebih lama di kawasan Waduk Kedung Ombo. Adanya homestay membuat wisatawan dapat melihat dari dekat kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bahkan menjalani kehidupan seperti penduduk lokal, selang beberapa waktu.
Investasi juga dapat ditanam di sektor perikanan darat dengan metode karamba dan dilengkapi restoran apung. Di bantaran seputar waduk, cocok untuk mengembangkan usaha agrobisnis buah-buahan dan sayur mayur. Selain dekat dengan sumber air yang diambil dari waduk, kualitas air waduk juga bersih dari polutan.
Bila tak ingin setengah-setengah menerjuni bisnis pariwisata, investor bisa mengembangkan kompleks wisata terpadu di Kedung Ombo. Investor dapat memanfaatkan obyek wisata air, karamba serta restoran apung, dan arena pacuan kuda yang sudah tersedia, sembari membangun wisata agrobisnis, taman safari, lapangan golf, dan juga kereta gantung untuk menikmati pemandangan kompleks Kedungombo dari ketinggian. Bila kompleks wisata terpadu ini terwujud, pengunjung pasti akan memperoleh petualangan mengesankan, unik, dan dirindukan.

Buah khas Kabupaten Grobogan
·         Melon merah
Sentra usaha budidaya tanaman melon merah berada di wilayah Toroh dan Brati. Produksi rata-rata per tahun sebanyak 12 ton/Ha. Selain melon merah, kabupaten Grobogan telah lama sukses mengembangkan budidaya melon kuning dan melon putih. Produksi melon merah selama ini dipasarkan kebeberapa daerah, diantaranya Demak, Semarang, Pati dan Surabaya.
Binatang
·         Sapi
Populasi sapi tahun 2001 mencapai 123.437 ekor, dan sekitar 40 persen di antaranya sapi betina produktif. Budidaya ternak sapi terbesar diseluruh kecamatan di Kabupaten Grobogan terutama di Kecamatan Kradenan, Gabus, Pulokulon, dan Ngaringan. Daerah pemasaran sapi potong Kabupaten Grobogan telah menjangkau Kabupaten Blora, Tulungagung, Boyolali, Kendal, Temanggung, dan Semarang.
Kabupaten Grobogan memiliki tiga lokasi pasar hewan yaitu di Wirosari, Purwodadi, dan Godong. Dukungan jalur pemasaran didalam wilayah Kabupaten Grobogan dan tersedianya pasar di beberapa kabupaten, menjadi bibit sapi potong sebagai produk unggulan.
            Bahasa khas Purwodadi
·         Leh
Contoh : piye leh?
·         Gak
Contoh : gak reti
·         Re
Contoh : piye re?
·         Hampir semua kata yang digunakan untuk alat komunikasi orang-orang Kabupaten Grobogan selalu menggunakan akhiran o.
Contoh : geneo, orao, peh lah po?
·         Eh
Contoh : piye eh?  ora eh?
            Makanan khas Kabupaten Grobogan
·         Sweeke kodok
           
            Bahan-bahan yang digunakan untuk memasak sweeke
·         500 gram paha kodok
·         3 buah jahe, iris tebal ukuran 2 mm
·         5 siung bawang putih, memarkan
·         2 sendok makan taoco, haluskan
·         3 sendok makan kecap manis
·         1/2 sendok teh merica bubuk
·         1 sendok teh gula pasir
·         1 sendok teh garam
·         3 sendok makan minyak
·         2 batang seledri, iris kasar
·         500 cc air

Cara membuat

·         Panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe hingga kuning, lalu tambahkan taoco, aduk rata.
·         Masukkan paha kodok, kecap manis, dan merica bubuk, aduk rata, masak hingga paha kodok menjadi kaku.
·         Tambahkan air, aduk rata, kecilkan api, masak sekitar 30 menit.
·         Tambahkan gula dan garam, aduk rata, angkat dari api, lalu taburi atasnya dengan seledri.
·         Biasanya swike disajikan bersama-sama dengan jeruk nipis, kecap manis, dan cabai rawit.

·        Sayur becek

Sayur Becek merupakan makanan khas dari daerah Purwodadi Grobogan,Becek dulunya disajikan untuk jamuan orang punya hajat seperti perkawinan maupun khitanan kusus didaerah pedesaan,Sekarang ini Becek sudah masuk rumah makan sehingga menambah daftar menu masakan yang tersedia,Sayur Becek terdiri dari tulang iga sapi ( balungan ),bumbu rempah-rempah dan ditambah dengan daun kedondong dan daun dayakan.
·         Sale pisang

Produksi sale pisang mencapai 60.000 bungkus/tahun, dengan sentra produksi di Kecamatan Wirosari. Industri sale pisang di daerah ini telah berjalan selama lebih dari 20 tahun, dengan bahan baku sangat mudah didapatkan dan tersedia hampir di seluruh wilayah Kabupaten Grobogan. Sale pisang telah menembus pasar di beberapa kota besar Jawa Tengah seperti Solo, Semarang, Demak, Kudus, dan Blora. Dengan pengembangan produk serta pengemasan dan diberi merek yang baik, membuat sale pisang Kabupaten Grobogan menjadi produk yang memiliki Jangkauan pemasaran yang sangat luas.

1 komentar:

  1. mantap gan,,,,,.., infonya sangat bermanfaat

    kunjungi http://ipb.ac.id/ untuk mengetahui tentang Institut Pertanian Bogor. http://duduwekwek.student.ipb.ac.id/

    BalasHapus